Pengertian dan Komponen Panel Tegangan Menengah (PTM)

Posted on

Pengertian Panel Tegangan Menengah (PTM)

Panel Tegangan Menengah (PTM) atau Medium Voltage Distribution Panel (MVDP) merupakan unit switching tegangan menengah yang mendistribusikan listrik tegangan menengah ke transformator step down untuk didistribusikan ke Low Voltage Main Distribution Panel (LVMDP).

Komponen Panel Tegangan Menengah (PTM)

Single Line Diagram Panel Tegangan Menengah (Cubicle 20 kV)

Contoh Single Line Diagram Panel Tegangan Menengah

Panel Tegangan Menengah (PTM) atau Medium Voltage Distribution Panel (MVDP) disebut juga dengan Cubicle 20 KV atau Switchgear 20 kV. Di dalam Cubicle 20 kV terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu Incoming Switchgear, Metering Panel dan Outgoing. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini :

1. Incoming Switchgear

Bagian-bagian Incoming Switchgear antara lain :

a. Lightning Arrester 24 kV

Lightning Arrester 24 kV - Panel Tegangan Menengah by www.duniaengineering.com

Lightning Arrester (LA) juga disebut sebagai penangkal petir, merupakan alat pelindung peralatan sistem tenaga listrik terhadap tegangan petir. Cell Lightning Arrester pada umumnya terpisah dari incoming, tetapi Lightning Arrester dapat digabung ke dalam incoming agar lebih menghemat tempat dan lebih efisien secara harga.

b. Pemutus dan Penyambung Tegangan

Pemutus dan penyambung tegangan di incoming ada beberapa jenis, antara lain :

1) Load Break Switch (LBS)

Load Break Switch (LBS) - Panel Tegangan Menengah by www.duniaengineering.com

Load Brak Switch (LBS) merupakan pemutus dan penyambung tegangan dalam keadaan berbeban. LBS tidak mempunyai proteksi arus sehingga apabila beban yang melewatinya terlalu tinggi akan terbakar. LBS biasanya dilengkapi dengan SF6, dimana SF6 merupakan media isolasi yang berfungsi untuk meredam bunga api yang terjadi pada saat Switching.

2) Circuit Breaker (CB)

Circuit Breaker (CB) mempunyai proteksi arus. Circuit Breaker yang digunakan pada panel tegangan menengah yaitu Gas Circuit Breaker (GCB) dan Air Circuit Breaker (ACB).

a) Gas Circuit Breaker (GCB)

adalah breaker utama yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus (power supply) dari PLN. GCB ini memakai isolasi SF6 yang berfungsi meredam bunga api jika terjadi Switching. SF6 ini sendiri merupakan gas yang tidak berbau dan tidak mudah terbakar.

Gas Circuit Breaker (GCB) - Panel Tegangan Menengah by www.duniaengineering.com

b) Air Circuit Breaker (ACB)

merupakan saklar utama yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus (power supply) dari PLN. Berbeda dengan GCB, pada ACB ini menggunakan media isolasi dengan udara. Media isolasi ini berfungsi untuk meredam bunga api.

Air Circuit Breaker (ACB) - Panel Tegangan Menengah by www.duniaengineering.com

3) Disconnect Switch (DS)

Disconnect Switch (DS) pada saat switching tidak boleh berbeban.

c. Coupling Capacitor

Dalam penandaan, cubicle membutuhkan lampu tanda dengan tegangan kerja 400 V. Karena pada cubicle mempunyai tegangan kerja 20 kV, maka tegangan tersebut harus diturunkan hingga 400 V menggunakan coupling capacitor dengan 5 cincin yang menghasilkan output tegangan

= 20 kV/5
= 400 V

d. Current Transformer (CT)

Current Transformer (CT) atau Trafo Arus memiliki fungsi utama, yaitu :

1)  Sebagai alat listrik yang berfungsi untuk mengubah atau mentransformasikan besaran listrik (arus) dari besar menjadi kecil, gunanya untuk pengukuran dan proteksi.

3)  Sebagai isolasi dari tegangan pada sistem dengan alat ukur atau alat proteksi.

e. Incoming Available Light

Incoming Available Light adalah lampu indikasi yang akan menyala jika ada power dari PLN (bertegangan).

f. DC Control Source Light

DC Control Source Light adalah lampu indikator yang fungsinya sebagai indikator power supply DC untuk kontrol Panel Tegangan Menengah.

g. Circuit Breaker On Light

Circuit Breaker On Light adalah lampu indikator yang menunjukan breaker dalam posisi On.

h. Circuit Breaker Off Light

Circuit Breaker Off Light adalah lampu indikator yang menunjukan breaker dalam posisi Off.

i. Circuit Breaker Trip Light

Circuit Breaker Trip Light adalah lampu indikator yang menunjukan breaker dalam posisi trip atau terdapat gangguan.

j. Circuit Breaker Spring Changed Light

Circuit Breaker Spring Changed Light adalah lampu indikator yang fungsinya untuk mengetahui apakah pompa Circuit Breaker bekerja atau tidak.

k. Emergency Stop Button

Emergency Stop Button adalah saklar tekan untuk memutuskan hubungan power supply apabila dalam keadaan emergency/darurat.

l. Alarm Reset Button

Alarm Reset Button adalah saklar tekan untuk mereset alarm.

2. Metering Panel

Di dalam metering panel terdapat komponen sebagai berikut :

a. Ampere Meter (R-Y-B)

Ampere Meter adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengukur arus listrik yang mengalir melalui fasa (R-Y-B).

b. Power Factor Meter

Power Factor Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur faktor daya (cos j) dari PLN.

c. kWh Meter

kWh Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya yang digunakan.

d. Frequency Meter

Frequency Meter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur frekuensi tegangan yang disupply dari PLN.

e. Watt Meter

Watt Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya yang disupply dari PLN.

f. Alarm Stop Button

Alarm Stop Button adalah tombol (saklar) tekan yang berfungsi untuk mematikan alarm pada saat terjadi gangguan.

g. Reset Button

Reset Button adalah tombol (saklar) tekan yang fungsinya agar posisi kontak saklar otomatis kembali ke kondisi normal.

h. Buzzer

Buzzer adalah alat yang berfungsi untuk mengubah gelombang listrik menjadi getaran suara. Buzzer ini berfungsi sebagai alarm (peringatan).

i. Earth Fault Relay

Earth Fault Relay adalah saklar yang otomatis akan trip jika terdapat arus bocor ke tanah.

j. Over Current Relay

Over Current Relay adalah saklar circuit breaker yang akan trip jika kelebihan arus.

k. Current Test Terminal (CTT)

Current Test Terminal adalah terminal yang berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya arus listrik pada Metering Panel.

l. Volt Test Terminal (VTT)

Volt Test Terminal adalah terminal yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya tegangan listrik di Metering Panel.

3. Outgoing

Sama halnya seperti incoming, di dalam outgoing juga terdapat Load Circuit Breaker (LBS). Di outgoing ini biasanya dipasang Fuse untuk proteksi. Pada outgoing juga terdapat Heater yang digunakan sebagai pemanas dalam cubicle. Sumber listrik heater ini berdiri sendiri 220 VAC. Difungsikan untuk menghindari flash over akibat embun yang ditimbulkan oleh kelembaban di sekitar cubicle. Fuse/sekring outgoing LBS untuk Trafo 2500 (maksimal trafo distribusi umumnya menggunakan ini) adalah 125 A. Selebihnya dari ini namanya Circuit Breaker (CB). Ada Gas Circuit Breaker (GCB) ada Vacum Circuit Breaker (VCB).

Baca Juga : Pengoperasian Panel Tegangan Menengah

Leave a Reply